Home Ketua API DPC Kota Bekasi Menghadiri Deklarasi Anti Hoax dan Radikalisme di Islamic Center kota bekasi

Ketua API DPC Kota Bekasi Menghadiri Deklarasi Anti Hoax dan Radikalisme di Islamic Center kota bekasi

21 Feb

Ketua API DPC Kota Bekasi Menghadiri Deklarasi Anti Hoax dan Radikalisme di Islamic Center kota bekasi

Bertempat di Gedung Muzdalifah, Islamic Center Kota Bekasi  Pertemuan Seluruh tokoh dan para pemuka lintas agama di Kota Bekasi dari agama Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong hu chu melaksanakan deklarasi anti-hoax dan anti-radikalisme pada Selasa, 19/02/2019

Acara di hadiri Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi bersama Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mewakili Dandim 0507 Bekasi, Mayor kav Imam (Danramil 702 Pondokgede), mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, serta Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan turut hadir dalam deklarasi tersebut.

Dalam sambutannya Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi menyampaikan, “Deklarasi Anti Hoax telah dilakukan di kecamatan – kecamatan oleh saudara-saudara umat Islam yang ada di Kota Bekasi”.

Deklarasi anti-hoaks dan radikalisme dilakukan di seluruh kecamatan di Kota Bekasi. Ia juga mengatakan agar deklarasi ini bukan hanya sekedar seremonial saja, namun harus ada dasar dari keinginan dan kesadaran dari stakeholder.

“Sebetulnya yang terpenting ialah bukan hanya sebatas seremonial saja, namun yang terpenting adalah keinginan dari hati yang tulus, harus sama-sama kita perangi hoax dan terus kita jaga kerukunan yang sudah dibangun. Jangan sampai pemberitaan hoax memecah belah umat dan merusak kerukunan,” papar Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi.

Pada kesempatan tersebut Pemerintah Kota Bekasi juga mengkampanyekan antiradikalisme di tempat ibadah serta meningkatkan peran serta rumah ibadah menjadi corong pemersatu antar umat dan anak bangsa.

Ia juga mengatakan, aksi deklarasi itu untuk memberi kepahaman tentang heterogen dan multietniknya warga Kota Bekasi.

Oleh karena itu,  dibutuhkan komitmen seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat Kota Bekasi dalam hidup berdampingan tanpa saling sebarkan hoax, kebencian dan radikal.

“Silaturahmi kita jalanin terus komunikasi jalan terus supaya kita terjalin, kebersamaan yang sangat erat, menjadi aset termahal di negeri ini,” katanya.

Wali Kota berharap, pada tahun politik ini pihaknya tidak ingin para tokoh umat disusupi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang memiliki niat untuk memecah belah kerukunan dan kesatuan.

Ia berpesan agar masyarakat dapat menyaring pemberitaan terlebih dahulu, tidak asal menyebar pemberitaan, lanjutnya

” Kalau dapat kabar berita, lebih baik menyaring berita-berita yang belum jelas asal usulnya apalagi isinya penuh kebencian, ingat cerdas gunakan media sosial ini, janganlah main sebar sebelum tahu kebenarannya,” katanya lagi.

Sementara Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan, semua pihak harus berperang melawan hoax.

Dijelaskan bahwa Hoax atau berita bohong dapat membuat kegaduhan dan menimbulkan kebencian terhadap seseorang.

“Saya sangat apresiasi dengan adanya deklrasi hoax ini, kita aplikasikan realisasinya kedepan, dimulai dari diri sendiri dengan tidak membuat berita bohong yang kemudian di sebar,” ucapnya.

“Apabila menemukan penyebaran hoax segera laporkan ke bagian kami,” ucap Indarto lagi.

Dikesempatan yang sama, mewakili Dandim 0507 Bekasi, Mayor Kav Imam berpesan, penyebaran berita bohong dan radikalisme dapat membahayakan.

“Kalau ada berita yang belum jelas atau hoax itu laporkan ke kami agar tidak simpang siur dan meresahkan warga. Kita bisa cari tahu bersama kebenarnya dan klarifikasi kabar itu, jangan mau kita dipecah belah oleh pemberitaan yang menyesatkan,” tutupnya. Red